Kartu parkir merupakan salah satu elemen penting dalam sistem pengelolaan parkir, baik di area perkantoran, sekolah, apartemen, rumah sakit, maupun usaha kecil seperti ruko dan tempat wisata. Meski terlihat sederhana, kartu parkir berperan besar dalam menjaga ketertiban, keamanan kendaraan, serta memudahkan pengawasan keluar-masuk area parkir.
Kabar baiknya, membuat kartu parkir tidak harus mahal dan rumit. Dengan perencanaan yang tepat, kartu parkir bisa dibuat secara mudah, praktis, dan tetap profesional. Artikel ini akan membahas cara membuat kartu parkir yang mudah, mulai dari jenis kartu, desain, bahan, hingga tips penggunaannya.
Apa Itu Kartu Parkir?
Kartu parkir adalah tanda identitas kendaraan yang digunakan untuk mengatur dan mencatat kendaraan yang masuk dan keluar dari area parkir. Kartu ini biasanya diberikan saat kendaraan masuk dan dikembalikan saat keluar, atau digunakan sebagai kartu langganan untuk pengguna tetap.
Fungsi utama kartu parkir meliputi:
- Mengontrol akses kendaraan
- Mengurangi risiko kehilangan kendaraan
- Membantu pencatatan parkir
- Meningkatkan profesionalisme pengelolaan parkir
Jenis-Jenis Kartu Parkir
Sebelum membuat kartu parkir, penting untuk menentukan jenis kartu yang sesuai dengan kebutuhan.
1. Kartu Parkir Manual
Jenis paling sederhana dan paling banyak digunakan. Biasanya berupa kartu kertas atau plastik dengan nomor unik.
Cocok untuk:
- Parkiran kecil
- Sekolah
- Kantor skala kecil
2. Kartu Parkir Langganan
Digunakan oleh pengguna tetap seperti karyawan atau penghuni apartemen. Biasanya berisi identitas kendaraan atau pemilik.
3. Kartu Parkir Barcode atau QR Code
Lebih modern, kartu dilengkapi barcode atau QR code untuk dipindai.
Cocok untuk:
- Parkiran menengah
- Gedung perkantoran
- Area parkir dengan sistem semi-digital
Alat dan Bahan untuk Membuat Kartu Parkir Sederhana



4
Untuk membuat kartu parkir yang mudah, kamu hanya memerlukan beberapa alat dan bahan berikut:
Bahan:
- Kertas tebal (art carton) atau kartu PVC kosong
- Plastik laminating (jika menggunakan kertas)
Alat:
- Komputer atau laptop
- Printer (inkjet atau laser)
- Aplikasi desain sederhana (Word, Canva, atau CorelDraw)
- Mesin laminating (opsional)
Semua alat ini mudah ditemukan dan relatif murah.
Langkah-Langkah Cara Membuat Kartu Parkir yang Mudah
1. Tentukan Ukuran Kartu Parkir
Ukuran yang umum digunakan:
- 8,5 x 5,5 cm (mirip kartu ATM)
- 9 x 6 cm untuk kartu parkir manual
Ukuran ini nyaman digenggam dan mudah disimpan.
2. Tentukan Informasi yang Akan Dicantumkan
Kartu parkir yang baik tidak perlu terlalu banyak tulisan. Informasi dasar yang disarankan:
- Nama area parkir
- Nomor kartu parkir
- Jenis kendaraan (motor/mobil)
- Kolom waktu masuk (opsional)
Untuk kartu langganan, bisa ditambahkan:
- Nama pemilik
- Nomor polisi kendaraan
3. Buat Desain Kartu Parkir Sederhana
Gunakan desain yang jelas dan mudah dibaca. Tidak perlu terlalu banyak warna atau ornamen.
Tips desain:
- Gunakan warna kontras (hitam–putih atau biru–putih)
- Nomor kartu dibuat besar dan mencolok
- Gunakan font sederhana seperti Arial atau Calibri
Aplikasi seperti Canva sangat cocok untuk pemula karena mudah digunakan.
4. Cetak Kartu Parkir
Setelah desain selesai, cetak kartu parkir menggunakan:
- Printer biasa untuk kartu kertas
- Printer khusus kartu jika menggunakan PVC
Jika dicetak di kertas, sebaiknya gunakan kertas tebal agar tidak mudah rusak.
5. Laminating agar Lebih Awet



4
Laminating sangat disarankan agar kartu:
- Tidak mudah basah
- Tidak cepat sobek
- Lebih tahan lama
Jika tidak memiliki mesin laminating, bisa menggunakan plastik mika atau jasa laminating terdekat.
6. Penomoran dan Pengelompokan
Pastikan setiap kartu memiliki nomor unik. Nomor ini penting untuk:
- Mencocokkan kendaraan masuk dan keluar
- Menghindari penyalahgunaan
- Mempermudah pencatatan manual
Simpan daftar nomor kartu sebagai arsip.
Tips Agar Kartu Parkir Lebih Efektif
Agar kartu parkir berfungsi maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Gunakan warna berbeda untuk jenis kendaraan berbeda
- Simpan kartu di tempat khusus di pos parkir
- Latih petugas parkir untuk disiplin menggunakan kartu
- Jangan gunakan kartu yang rusak atau buram
- Lakukan pengecekan rutin
Kedisiplinan petugas sama pentingnya dengan kualitas kartu.
Estimasi Biaya Membuat Kartu Parkir Sederhana
Keunggulan membuat kartu parkir sendiri adalah biaya yang sangat terjangkau.
Perkiraan biaya:
- Kartu kertas + laminating: Rp1.000–2.000 per kartu
- Kartu PVC cetak sederhana: Rp5.000–10.000 per kartu
Dengan anggaran kecil, kamu sudah bisa memiliki sistem parkir yang rapi dan profesional.
Alternatif: Membuat Kartu Parkir Digital Sederhana
Jika ingin sedikit lebih modern, kamu bisa:
- Menambahkan QR code gratis
- Menghubungkan nomor kartu dengan spreadsheet
- Menggunakan aplikasi scan di HP petugas
Namun, untuk area kecil, kartu parkir manual masih menjadi pilihan paling praktis.
Kesalahan Umum Saat Membuat Kartu Parkir


4
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Kartu terlalu tipis dan mudah rusak
- Nomor kartu kecil dan sulit dibaca
- Tidak ada sistem pengarsipan
- Petugas tidak konsisten memberikan kartu
Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan keamanan parkir secara signifikan.
Cocok untuk Siapa Sistem Kartu Parkir Sederhana Ini?
Cara membuat kartu parkir yang mudah ini cocok untuk:
- Sekolah dan kampus
- Kantor kecil dan menengah
- Ruko dan pasar
- Tempat wisata lokal
- Masjid dan gedung komunitas
Sistem sederhana sering kali justru paling efektif jika diterapkan dengan disiplin.
Kesimpulan
Membuat kartu parkir yang mudah tidak membutuhkan biaya besar atau teknologi rumit. Dengan bahan sederhana, desain yang jelas, dan sistem penomoran yang rapi, kartu parkir sudah cukup efektif untuk mengatur kendaraan dan meningkatkan keamanan area parkir.
Kunci keberhasilan bukan hanya pada kartu parkir itu sendiri, tetapi pada konsistensi penggunaan dan kedisiplinan pengelola. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu bisa memiliki sistem parkir yang rapi, aman, dan profesional tanpa harus mengeluarkan biaya besar.